PANDAWA SEKOLAH

 PANDAWA SEKOLAH



Oleh : Rao Pulungan

Surat al-Hujarat: 13, telah menegaskan hal ini: ”Hai manusia, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan telah kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di hadirat Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

 

Tanggung jawab manusia terhadap masyarakat ditegakkan atas dasar bahwa umat manusia merupakan keluarga besar, berasal dari satu keturunan yakni Adam dan Hawa. Selanjutnya Allah menjadikan mereka berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling interaksi dan mengenal, serta tolong menolong dalam berbuat kebaikan dan bertakwa. Antara sesama manusia tidak terdapat perbedaan dalam hal tinggi dan rendah martabat kemanusiaannya.

Pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia sejak awal Maret tahun lalu,  membuat dunia pendidikan terkena imbasnya. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan dengan tatap muka, terpaksa harus dilakukan secara daring atau online. Hal ini ternyata menimbulkan berbagai reaksi, mulai dari siswa, orang tua, praktisi ilmu pendidikan, karena banyaknya kendala yang dihadapi selama praktik sekolah daring.

Kondisi pembelajaran pada masa pandemi harus dapat dimanfaatkan dengan perubahan pola berpikir, pola belajar, pola inteksi ilmiah yang lebih bermakna sehingga masa kekosongan dalam menyikapi masa Covid 19 dapat dimaksimalkan dengan produktivitas yang mencirikan kebermaknaan. Perasaan pobia diminimalisir dengan optimis bahwa seluruh aktivitas tetap berlangsung dengan protokol kesehatan tatanan baru (new normal), khususnya dalam segmen penyelenggaraan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah hingga pendidikan tinggi. Setiap individu harus tanggap terhadap keterbatasan di masa pandemi untuk tetap produktif dalam bidangnya,  memaknai kondisi pandemi ini sebagai bagian dari perubahan yang tetap harus mengedepankan sikap, dan prilaku representatif pada tatanan baru untuk menciptakan ruang belajar bervariasi.

Perubahan sistem pembelajaran di masa pandemi ini adalah wujud transformasi tidak terduga dan selanjutnya akan mewarnai perkembangan dinamika pembelajaran pada seluruh jenjang di masa mendatang saat badai Covid 19 telah berlalu. Pada akhirnya, setiap individu akan terbiasa dengan kondisi ini, bahkan menjadikan momentum pandemi ini sebagai titik permulaan untuk membudayakan kebiasaan baru yang bernilai positif dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Bentuk pendidikan di lingkungan keluarga lebih bermakna dari kondisi bermakna sebelumnya. Karena setiap anggota inti keluarga dapat memediasi kebutuhan belajar yang interaksi personal, intrapersonal dan interpersonal lebih terwujud dalam suasana pendidikan keluarga.

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda.

Beberapa siswa yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok, sehingga mereka melakukan aktivitas pembelajaran pun bersama. Mulai belajar melalui videocall yang dihubungkan dengan guru yang bersangkutan, diberi pertanyaan satu persatu, hingga mengapsen melalui VoiceNote yang tersedia di WhatsApp. Materi-materinya pun diberikan dalam bentuk video yang berdurasi kurang dari 2 menit.

Namun pada prakteknya pembelajaran secara daring tidak bisa terlaksana secara menyeluruh, kendala yang paling sering dikeluhkan oleh siswa adalah jaringan yang kurang bagus. Mungkin untuk jaringan di perkotaan bukan menjadi kendala, namun untuk daerah pedesaan yang berjarak berkilo-kilo meter dari perkotaan masalah jaringan ini sangat berpengaruh sekali, belum lagi dengan ketersedian gadget bagi siswa yang kurang mampu, terkadang dalam satu keluarga mereka hanya mempunyai 1 gadget ditambah tidak adanya biaya membeli kuota, karena ketidakmampuan untuk membeli kuota. Mereka lebih mendahulukan membeli kebutuhan makan daripada untuk membeli kuota, apalagi dalam situasi serba sulit seperti sekarang ini.

Kejadian ini memberikan kesadaran kepada orangtua bahwa mendidik anak itu ternyata tidak mudah, diperlukan ilmu dan kesabaran yang sangat besar. Sehingga dengan kejadian ini orangtua harus menyadari dan mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anak mereka dalam belajar. Setelah mendapat pengalaman ini diharapkan para orangtua mau belajar bagaimana cara mendidik anak-anak mereka di rumah.

Dengan kejadian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi orang tua, bahwa selama ini orang tua hanya menitipkan anak-anaknya ke sekolah tanpa merasakan sulitnya mendidik dan mengatur mereka selama pembelajaran di sekolah. Orang tua biasanya lepas tangan selama anak-anak di sekolah., Padahal sebenarnya, waktu terlama anak-anak adalah di rumah. Hal ini tidak menjadi perhatian orang tua bahwa anak-anakpun selama di rumah adalah belajar. Sekarang yang dirasakan oleh orang tua seperti saya, bahwa mengajarkan anak untuk belajar secara daring itu sangat sulit, apalagi kalau mood anak lagi tidak ada, bujuk rayu dan hadiah akhirnya menjadi pilihan orang tua agar anak mau belajar. Tetapi pembelajaran ini tidak akan terlaksana dengan baik dan lancar apabila tidak didukung oleh kemampuan guru dalam mengedukasi kepada anak-anak supaya mereka tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran daring.

Keberhasilan gur dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak menjadi beban psikis. Di samping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Karena itu, pihak sekolah harus membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan sekolah agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.

Pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif.

Peranan Pandawa sekolah bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik, sehingga iklim sekolah dapat memberikan ruang dalam mengekspolitasi ide dan gagasan yang di inginkan oleh semua pihak baik pihak sekolah, orang tua , dan pemerinta. Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi langsung. Aamiin Ya Rabbal’alamin

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Pulang, Rindu Berat

KACAMATA YANG PATAH

BIDADARI TAK BERSAYAP